Meski kalah, Sudirman Said juara dalam penggelontoran uang untuk iklan

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Meski kalah, Sudirman Said juara dalam penggelontoran uang untuk iklan "Total belanja iklan TV pasangan Sudriman Said-Ida Fauziyah sebesar Rp6,86 miliar dengan 214 titik iklan.” - data Adstensity.

Hasil monitoring iklan televisi (TV) Adstensity menunjukkan bahwa pasangan calon gubernur Jawa Tengah yang kalah Sudirman Said–Ida Fauziyah menghabiskan dana terbesar untuk iklan yang ditayangkan di TV nasional.

Mantan Menteri ESDM yang kalah dari petahana Ganjar Pranowo itu kini bersiap untuk bertarung memperebutkan kursi DPR-RI dari Partai Gerindra. 

“Total belanja iklannya sebesar Rp6,86 miliar dengan total 214 titik iklan,” kata A. Sapto Anggoro dalam pernyataan yang mewakili PT SIGI Kaca Pariwara di Jakarta, Rabu (18/07/20178).

Adstensity merupakan produk monitoring iklan televisi milik PT SIGI Kaca Pariwara yang mengamati belanja iklan para kandidat selama periode kampanye pilkada 2018.

Iklan dari kedua Calon Gubernur & Wakil Gubernur Jawa Tengah menjadi yang paling besar dan juga menjadi yang paling banyak ditayangkan di TV dan tersebar di 3 stasiun TV yaitu Kompas TV, Metro TV dan TV One.

Posisi ke-2 ditempati pasangan calon Ganjar–Yasin yang total belanja iklannya beda tipis dengan lawannya, yaitu sebesar Rp6,58 miliar dengan total titik iklan sedikit lebih banyak dari lawannya, yaitu sebanyak 245 titik.

Posisi ke-3 dan ke-4 diraih oleh iklan Pilkada Jawa Barat (Jabar) dengan total belanja iklan Rp5,32 miliar dan 148 titik iklan serta Pilkada Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan total belanja iklan Rp3,43 miliar dan 42 titik iklan.

“Semua iklan Pilkada Jabar dan Sulsel merupakan gabungan iklan-iklan para calon gubernur & wakil gubernur yang berurutan digabung di dalam satu titik iklan,” katanya.

Kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dalam rentang waktu 15 Februari-23 Juni menghasilkan pemasukan ke penyelenggara stasiun televisi berita, yakni TVOne, Kompas TV dan Metro TV.

Total belanja iklan Pilkada di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp29,02 miliar. Meskipun tak bisa dibandingkan secara diametral, tapi Pilkada tahun ini volume iklannya masih kalah dengan Pilkada 2017.

“Terutama karena ada Pilkada Gubernur DKI Jakarta yang seperti berasa Pemilihan Presiden (Pilpres). Secara persentase belanja iklan pada periode pilkada tahun ini turun 32,68% dari total belanja iklan pilkada 2017 yang mencapai Rp43,10 miliar,” kata Sapto.

 

Selama periode kampanye pilkada 2018, Kompas TV menjadi stasiun TV dengan pendapatan paling besar, mengungguli posisi TV One dan Metro TV yang pada kampanye pilkada 2017 menempati posisi ke-1 dan ke-2.

“Kompas TV menayangkan 248 titik iklan pilkada 2018 dan memperoleh pendapatan total Rp9,01 miliar. Stasiun televisi kedua adalah TV One dengan Rp7,67 miliar. Posisi ketiga, Metro TV menjadi stasiun TV yang menayangkan titik iklan pilkada paling banyak, yaitu 290 titik iklan dan mendapatkan revenue sebesar Rp7,47 miliar,” kata Sapto.

Selanjutnya, posisi ke-4 diraih TVRI dengan pendapatan yang terpaut jauh yaitu Rp2,73 miliar. Stasiun televisi dari Trans Corp, yakni Trans 7 dan Trans TV memperoleh pendapatan iklan pilkada masing-masing sebesar Rp1,12 miliar dan Rp920 juta. Kemudian Net TV dan Global TV berturut-turut mendapatkan pemasukan sebesar Rp60 juta dan Rp40 juta.

Relawan JMA rapatkan barisan menangkan Jokowi dua periode
Kubu Jokowi sesalkan ucapan Mardani soal IQ 80
Penuh semangat, emak-emak nyanyi \
Menteri tidak harus mundur untuk jadi tim kampanye Jokowi
Djoko Santoso puji kepintaran Moeldoko
Alasan Jokowi relakan Sri Mulyani tak masuk tim kampanye
Sumber daya alam melimpah di balik ancaman patahan Palu-Koro
Kubu Prabowo tak terpengaruh koalisi Jokowi sudah bentuk tim pemenangan
Ada kandungan babi dan organ manusia, mengapa Vaksin MR boleh digunakan?
Sebagian Muslim ikut lebaran waktu Saudi
Keterlibatan menteri di tim kampanye tanda kesetiaan kepada Jokowi
PKS nilai Jokowi lambat merespons gempa Lombok
Alasan 9 sekjen Koalisi Indonesia Kerja naik moge ke KPU, ikuti tren?
Tim pemenangan Prabowo-Sandi beredar di WhatsApp, ini jawaban Gerindra
PKS desak Jokowi tetapkan status gempa Lombok jadi bencana nasional
Fetching news ...