3 Gunung Indonesia terbaik yang cocok untuk pendaki pemula

REPORTED BY: Siti Dzakiyyah

3 Gunung Indonesia terbaik yang cocok untuk pendaki pemula Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

Liburan sebentar lagi tiba. Tentu banyak hal yang bisa kita persiapkan untuk menghabiskan waktu liburan nanti. Seperti merencanakan berlibur ke pantai, berbelanja, kuliner atau mulai mencoba hal baru.

Bagi kamu yang mencintai dunia traveling, pasti menginginkan semua tempat untuk di jelajahi. Biasanya, salah satu destinasi para pencinta traveling adalah gunung. Gunung menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan pengalaman terbaik. Apalagi menikmati sunrise di puncaknya? Bakal jadi pengalaman yang tak terlupakan. 

Tapi bagaimana jika kamu belum pernah mendaki gunung? Jangan khawatir, berikut 3 gunung di Indonesia yang cocok untuk pemula.

1. Gunung Papandayan. 

Jika Anda tinggal di Jakarta dan sekitarnya dan berencana mendaki gunung untuk pertama kali, Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat adalah jawabannya. 

Gunung ini memiliki ketinggian 2.665 meter di atas permukaan (mdpl) bisa ditempatkan dalam daftar gunung sebagai gunung pertama yang akan didaki.

Pendaki dari Jawa Barat dan Jakarta bisa mengunjunginya pada akhir pekan mengingat jalur pendakian yang tak terlalu panjang dan tak memakan waktu yang lama.

Selain medannya yang cenderung landai, pendaki juga mudah mendapatkan air. Air yang tersedia berasal dari mata air Gunung Papandayan. Pendaki bisa mengisi air dari titik-titik persediaan air bersih yang terus mengalir.

Tak hanya itu saja, gunung ini memiliki fasilitas MCK yang tersebar di sepanjang jalur pendakian. Ada pula ojek gunung, yang siap sedia mengantarkan kamu atau barangmu menuju camp.

Setelah ojek, ada juga warung di jalur pendakian yang bikin kamu lupa sama medan yang menanjak. Biasanya, mereka menjajakan buah-buahan segar seperti semangka, dan nurdin (nutrisari dingin). 

Warung juga tersedia di tempat camp Pondok Saladah. Di sini, makanan apapun yang asli Indonesia bisa kamu temukan. Dari Indomie, Nasi Goreng hingga Mie Kocok lho. Nggak perlu repot kan? 

Bagi kamu yang anak milenial banget, pasti nggak ketinggalan untuk mencari spot berfoto. Jangan khawatir karena Gunung Papandayan tak akan mengecewakanmu. Gunung Papandayan punya ladang edelwis (bunga abadi) terluas di Jawa Barat. Namanya Tegal Alun. Sebelum ke ladang edelwis Tegal Alun, kamu juga bisa berswa foto di hutan matinya yang nggak kalah keren.

2. Gunung Guntur. 

Gunung Guntur terletak tak jauh dari Gunung Papandayan. Masih di Kabupaten Garut. Gunung Guntur memang tak banyak direkomendasikan untuk pemula, apalagi hingga ke puncak. Sebab, Gunung Guntur merupakan jenis gunung stratovolcano, curam di bagian puncak namun landai di bagian kaki gunung. 

Dahulu, gunung Guntur merupakan gunung berapi yang aktif pada era 1800-an dan terakhir kali bererupsi pada tahun 1847. Pesona Garut yang bertema gunung ini sendiri memiliki empat buah puncak dengan puncak tertinggi pada puncak kedua yang ditandai adanya tugu geodesi dari ahli vulkanologi. Gunung yang berdiri kokoh diatas ketinggian 2249 mdpl ternyata memiliki karakter yang hampir serupa dengan Gunung Semeru. 

Meski demikian, bukan berarti gunung ini tidak cocok bagi pemula. Tingkat kesusahannya lebih sedikit di atas Gunung Papandayan. Kalau di Papandayan kamu masih bisa tertawa riang, Gunung Guntur akan membuatmu sedikit ngos-ngosan. Gunung ini cocok bagi pemula yang lebih menyukai tantangan. 

Jalur Gunung Guntur cukup landai hingga ke tempat camp. Tak hanya itu, sumber air juga banyak. Tak heran Gunung Guntur cukup digemari pendaki pemula.

Gunung Guntur memiliki pemandangan yang sangat indah. Di tempat camp, kamu bisa melihat Gunung Cikuray di siang hari, dan melihat lampu-lampu rumah yang kelihatan kecil di malam hari. Kalau kamu beruntung, bulan akan terlihat lebih jelas dan tentunya surga bagi pecinta fotografi.

Tak hanya itu, di tempat camp kamu juga bisa menyewa alat-alat camping, seperti tenda, matras dan lain-lain. Tak perlu repot membawanya saat pendakian.

Namun, perlu digaris bawahi, untuk mendaki ke puncak Gunung Guntur tidak disarankan bagi pemula. Karena, karakter Gunung Guntur yang mirip dengan Gunung Semeru, jalur ke puncak merupakan pasir dan bebatuan besar. Butuh persiapan ekstra dan kehati-hatian untuk mencapai puncak Gunung Guntur.

3. Gunung Ijen.

Gunung Ijen terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Gunung Ijen terkenal dengan blue fire nya yang hanya ada dua di dunia. 

Jika ingin mendaki ke Kawah Ijen bisa memilih rute salah satu diantaranya. Pendaki pada umumnya melalui Banyuwangi di Kecamatan Glagah yaitu Stasiun Karangasem.

Tak perlu risau perihal transportasi karena ada stasiun terdekat di daerah Glagah. Dari stasiun anda bisa menyewa jeep. Bagi yang ingin menggunakan kendaraan pribadi pun bisa.

Dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 5000 kita bisa melakukan pendakian. Banyak penjual yang menjajakan sarung tangan, senter, masker dan peralatan lainnya.

Jalur pendakian lebar bisa untuk medahului pendaki lain jika kamu tipe orang yang tidak sabaran kalau mendaki.

Jalur pendakian relatif stabil dengan kemiringan yang tidak terlalu curam. Namun terus menanjak. Diperlukan waktu sekitar 3 jam bagi pemula untuk sampai di kawah ijen. Jadi usahakan datang sedini mungkin.

Pendakian tidak akan terasa lama karena sepanjang perjalanan menikmati langit yang terasa sangat dekat dan entah mengapa banyaknya bintang terasa tak normal.

Blue fire tidak sewaktu-waktu ada, momen ketika blue fire bisa dinikmati adalah mulai pukul 03.00 WIB sampai 05.00 WIB. Ketika matahari mulai muncul kita akan disuguhi pemandangan sunrise dengan awan bergulung bagai kapas bertaburan dimana-mana bak menyelimuti bumi.

Dari atas ketinggian 2.443 mdpl ini tampak Gunung Merapi Yogyakarta. Tak berhenti disitu saja, terlihat pula gunung Raung, Bromo dan gugusan gunung lainnya.

Meski demikian, jangan terlena oleh keindahan Gunung Ijen. Gunung Ijen juga terkenal akan asap belerangnya yang begitu tebal, usahakan memakai masker khusus jika mendekati kawah. 

Gunung Ijen juga memliki danau yang tak kalah indahnya. Namun, kamu harus berhati-hati karena danau ini tak seindah yang kita lihat. Warna hijau lembutnya sangat menipu. Karena danau ini memiliki suhu 200 derajat selsius gas metana yang akan mengubah warna danau menjadi biru di malam hari. Meski begitu, para penduduk lokal masih harus bertahan hidup dengan belerang yang mereka dapat di danau ini.

Ketika kamu berada di sana jangan kaget bila ada banyak penambang belerang yang seliweran dengan membawa beban berat di punggung. Justru pemandangan tersebut menjadi daya tarik sendiri dari Kawah Ijen.

Tak hanya itu, banyak pula para penambang belerang yang bertransformasi menjadi ojek gunung. Ojek gunung ini memang menjadi salah satu mata pencarian masyarakat di sekitar Gunung Ijen. Tarif yang dipatok untuk mencapai puncak pun cukup mahal. Sekitar Rp800ribu per orang. 

Banyak wisatawan asing yang ingin menikmati keindahan Kawah Ijen, maka jangan heran apabila keberadaan wisatawan asing malah mendominasi disana. Karena pesona Kawah Ijen ini sudah mendunia.

Jadi, sudah siap mendaki gunung di liburan nanti?

Segmen debat capres yang bakal paling menarik
Jokowi-Ma'ruf tak akan tanya kasus personal Prabowo saat debat
DPR desak pemerintah jaga keamanan Laut Cina Selatan
Ini elektabilitas kedua capres menurut Charta Politika
TKN: Jokowi-Ma'ruf ikuti latihan debat
Jokowi pilih kostum khusus saat debat dengan Prabowo
Demokrat nilai pembentukan TGPF Novel sarat kepentingan politik Jokowi
Fahri Hamzah: Debat pilpres jangan seperti lomba cerdas cermat
Jelang debat, Zulkifli Hasan sarankan Prabowo-Sandi santai-santai
Rizal Ramli tak percaya lembaga survei
Ignasius Jonan mangkir, DPR kecewa
Anggota DPR banyak tak lapor harta kekayaan, ini kata sang Ketua
Polemik pembangunan tol, Fahri Hamzah: itu tol punya swasta
TKN pertimbangkan gelar pidato kebangsaan ala Jokowi
Arus modal masuk berpotensi buat IHSG naik hari ini
Fetching news ...